Text
PAK BEI SOK TAHU
Humor itu kejam. Humor itu sadis. Humor itu ak berperasaan. Mau bukti? Bila sudah dikemas dalam humor, bahkan hal yang sangat mengerikan pun akan berubah menjadi sesuatu yang menggelikan. Kita akan tertawa terpingkal-pingkal melihat seseorang terjungkal akibat terantuk batu, terpeleset kulit pisang, atau tertimpa musibah menyedihkan lainnya.
Kita juga masih tertawa saat menyaksikan tubuh seseorang compang-camping terkena ledakan dinamit dalam sebuah film kartun. Adegan macam ini pun lolos mengalir begitu saja, padahal film kartun notabene jelas ditujukan bagi anak-anak.
Sementara itu, spot-spot video yang merekam kegagalan atau lebih tepat dikatakan sebagai "kecelakaan" olahraga ternyata juga potensial mengundang gelak tawa, dan itu sangat digemari pemirsa TV. Jika kita mau jujur mengakui, sebenarnyalah menyaksikan nasib buruk dan kesialan orang lain itu sungguh sangat mengasyikkan.
Kisah konyol Pak Bei yang telah mendapai 19 tahun usia pemuatannya di Suara Merdeka edisi minggu ini pun pasti akan kurang "gayeng" jika kisahnya tak berakhir dengan "nasib buruk" atau kesialan yang menimpanya. Kenapa? Ya itulah selera humor kita.
Tidak tersedia versi lain