Perpustakaan SMK Al-Irsyad Surabaya

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DIET MINIMALIS
Penanda Bagikan

Text

DIET MINIMALIS

DR YOSHINORI NAGUMO - Nama Orang;

Gen yang Bekerja ketika Perut Lapar

Dewasa ini, semakin jelas bahwa keadaan perut kosong—alias lapar—memiliki peran yang penting bagi tubuh. Bagaimana mungkin lapar justru baik bagi tubuh? Bukankah perut yang kosong terlalu lama dapat berakibat buruk? Kebanyakan orang memang berpikir demikian. Namun, sebagai seorang dokter, saya memiliki pandangan tersendiri berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya. Saya pun tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut secara tepat. Tetapi, gagasan bahwa tubuh yang sehat adalah tubuh yang mendapatkan pasokan gizi terus-menerus merupakan pemikiran kuno. Percayakah Anda jika saya mengatakan bahwa ketika perut berbunyi karena lapar, sel-sel baru justru akan tumbuh sehingga dapat meremajakan tubuh?
Sejak dekade lalu ketika masih berumur 45 tahun, saya sudah menerapkan pola makan “sekali sehari”. Pada usia 30-an tahun, saya sempat mengalami trauma pada kematian. Pada waktu itu, saya masih melakukan penelitian tentang kanker payudara di perguruan tinggi, sementara Ayah masih berpraktik sebagai dokter. Semua berjalan dengan lancar sebelum ayah saya terserang penyakit jantung koroner pada usia 62 tahun. Ketika itu, saya berusia 35 tahun. Meskipun Ayah tidak sampai meninggal dunia, saya tidak dapat lagi melanjutkan kuliah sejak saat itu. Saya menghentikan penelitian di kampus dan kembali ke rumah untuk mengurus rumah sakit yang sebelumnya dikelola oleh Ayah.

Kehidupan saya seketika menjadi berbeda dengan ketika saya masih melakukan penelitian. Di klinik, saya sempat merasa stres karena harus berhubungan secara langsung dengan puluhan pasien dan menanggapi keluhan mereka setiap hari. Akibat stres tersebut, pola makan saya menjadi tidak teratur. Saya mulai lebih sering makan dan minum. Berat badan saya naik sebanyak 15 kilogram hingga mencapai 77 kilogram. Kenaikan berat badan sebesar itu saya capai de ngan banyak makan makanan bergizi.

Setelah itu, mulai muncul gejala yang meresahkan. Sebelumnya, saya memang sudah menderita sembelit yang cukup parah. Saat mengejan ketika buang air besar, saya sering mengalami aritmia*. Sembelit memang berkaitan dengan aritmia. Ketika sembelit, aliran darah ke kepala akan meningkat. Kemudian, otak menerima sinyal untuk menurunkan aliran darah ke jantung agar kembali seimbang. Mekanisme ini disebut refleks valsalva**. Oleh karena itulah, mengejan sering membuat detak jantung menjadi tidak beraturan. Terkadang, gejala tersebut dapat berlangsung sepanjang hari.

Aritmia akan mengakibatkan sesak napas sehingga tekanan darah menurun. Terkadang, penderitanya dapat merasa pusing bahkan jatuh pingsan di dalam toilet. Akan tetapi, dampak yang lebih parah— yaitu gagal jantung atau penyakit jantung koroner—dapat terjadi jika pembuluh darah di jantung tersumbat. Peristiwa yang sama dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah di otak atau paru-paru. Ketiganya dapat mengakibatkan kematian mendadak ketika kita sedang berada di dalam toilet. Hal itu membuat saya sungguh merasa takut jika ke toilet.

Berawal dari hal tersebut, saya mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan. Saya pergi ke tempat kebugaran, berenang, dan berlatih menggunakan alat-alat olahraga secara rutin. Saya me lakukan semua itu demi menurunkan berat badan. Akan tetapi, hal yang terjadi justru sebaliknya. Dengan berolahraga, berat badan saya justru bertambah. Saya tidak dapat melanjutkan pola diet yang menyiksa dan mulai merasa bosan mengukur jumlah kalori dalam makanan saya setiap hari.

Dalam usaha coba-coba tersebut, saya mengubah pola makan dengan menghentikan konsumsi daging, lalu menggantinya dengan sayur-sayuran. Dalam waktu singkat, sembelit yang sudah menyiksa hidup saya sejak lama berangsur-angsur berkurang hingga hilang sama sekali. Namun, sesekali, timbul keinginan untuk makan daging. Setelah makan daging pada pagi hari, sembelit yang sebelumnya sudah hilang itu mendadak kambuh. Saya merasa kesakitan ketika di kamar mandi. Cukup sudah! Saya tidak akan makan daging lagi.

Makan daging bisa mengakibatkan sembelit
Ada hal yang tidak masuk akal. Orang yang semula merokok kemudian berhenti, ternyata menjadi peka terhadap asap rokok. Bagi orang yang tidak makan daging, memakan daging bistik yang mahal sekalipun, hanya akan terasa seperti menggigit kertas hingga membuatnya seakan-akan ingin muntah. Selain itu, dengan tidak mengonsumsi daging, kita tidak akan menghadapi masalah bau badan. Orang yang suka makan daging dan orang-orang yang menderita sindrom metabolik* memiliki kulit yang amat berminyak. Minyak tersebut akan mengalami oksidasi hingga menghasilkan bau yang menyengat. Bau badan yang biasa disebut “nonanal”** atau “bau badan lansia” ini akan hilang jika kita mengonsumsi sayur-sayuran.

Ketika kita mengurangi jumlah makanan yang kita konsumsi saat menerapkan pola makan “satu lauk-satu sayur”, berat badan kita akan berkurang, kesehatan tubuh kita pun akan menjadi lebih baik. Apabila dilihat dari sisi kecukupan gizi, mengonsumsi gizi sempurna yang ...


Ketersediaan
#
SMK Al-Irsyad Surabaya (Koleksi Umum) 613.2 NAG d
22.006.0251
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
613.2 NAG d
Penerbit
BANDUNG : QANITA., 2019
Deskripsi Fisik
184 hlm.; 19 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024021399
Klasifikasi
613.2 NAG d
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed. II
Subjek
ILMU DIET
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan SMK Al-Irsyad Surabaya
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMK Al-Irsyad memiliki 2 lambang besar berupa “Growth Mindset” dan “Pena”, dimana 2 hal ini merupakan riwayat terbentuknya nama perpustakaan yakni Lekha Vardhana (goresan yang bertumbuh). Growth Mindset merupakan simbolis dari perkembangan kemampuan & kecerdasan seseorang, sedangkan Pena merupakan simbol dari goresan karya untuk mengekspresikan ide & catatan intelektual seseorang. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?